Senyum Cinta dan Tulus adalah sebuah paket yang luar biasa bagi siapapun. Tidak peduli apakah mereka orang berpunya ataupun tiada, yang satu ini sangat diharap dan wajib diberikan untuk sebuah semangat menjalani hidup dan terus berkarya.

Terkait dengan berkarya, di daerah yang cukup jauh dari pusat perkotaan, tak banyak yang bisa menjangkau pasar yang melebihi pasar rakyat di lingkungan sekitar.Bagi mereka yang hidup di lingkungan pasar tradisional yang tak jarang hanya ‘hidup’ di hari – hari tertentu akan menghambat proses diterimanya penghasilan yang seharusnya di era kini mampu didapatkan dengan hitungan jam,menit, bahkan tiap detik.

Kreatifitas dalam memproduksi sesuatu masih dirasa belum cukup tanpa ada kreasi dan inovasi dalam menjual. Sebagai dasar menjual yang tepat, mengikuti trend perkembangan teknologi, bertautan dengan media sosial dan teknik pemasaran yang lebih tajam, adalah sebuah kelebihan bagi siapapun yang mempunyai produk.

Tim KampoengEdukasi bersama dengan Kampoeng Groups mencoba menggali informasi lebih jauh terkait pelaku pasar yang ada di lereng gunung lawu. Siapa saja para pelaku/produsen, apa saja produknya, dan bagaimana inovasi mereka. Mengejutkan dan memberikan sebuah wacana , bahwa kreatifitas itu hadir di setiap wahana, di setiap tempat, dan di manapun. Tapi orang kreatif kadang sangat jarang didapati jika kita tinggal dan masih cukup ‘terkungkung’ dari dunia perkotaan yang sudah banyak sekali media, visual, audio visual, dan digital.

Tim Kampoeng Groups ini mencoba untuk berbagi dengan warga yang ada di Hargosari, Sine, Ngawi, dalam hal kreatifitas pelaku pasar dengan menggunakan digital marketing (pemasaran digital). Semua dikupas oleh pakar digital marketing yang merupakan anak bangsa , lahir dan besar di Ngawi, yang bergelut dengan dunia digital dan berhasil dengan karya serta aktifitasnya. Media sosial, visual branding, menjadi andalan nya untuk membentuk dan ‘merayu’ pasar agar bisa berduyun – duyun mengenal dan membeli produk kita.

Yudha Yuliardi, adalah salah satu penggiat media sosial yang aktif dalam kampanye digital marketing untuk inovasi produk. Yudha memberikan workshop bagi mereka – mereka yang tinggal di lereng gunung, internet susah, dan kemampuan untuk mendesain masih nol. Peserta akan diberikan tips dan trik oleh Yudha sebagai sosok pemuda Ngawi yang ‘melek’ teknologi dan memanfaatkannya untuk sebuah kemaslahatan yang berkah.

Digital Marketing Workshop kategori pemula ini akan diadakan di Desa Hargosari, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi. Sebagai salah satu agenda yang unik dalam sebuah paket kegiatan Baksos 2016 kerja bareng dengan SMA Negeri 2 Ngawi pada 7 Februari 2016 mendatang.

Kegiatan ini adalah salah satu wujud KampoengForHumanity yang merupakan bagian dari #KampoengEdukasi yang digagas oleh Ketua Kampoeng Groups , Dodi Kurniadi Wibowo bersama dengan seluruh tim yang ada dibawah kepemimpinannya.